Kuliner
Sorowako dan sekitarnya sarat aneka kuliner yang patut dicicipi.- Kapurung
kapurung
- Dange
- Lawa’ dan Pecco
Sementara Pecco’ adalah mentah segar yang dicampur dengan asam cuka dan cabai saja.
Kapurung, Lawa’, Pecco’ memang jarang dijumpai di rumah makan yang ada di Sorowako. Hidangan ini lebih banyak dibuat untuk konsumsi keluarga. Namun demikian, tidak sulit juga untuk mendapatkannya. Sejumlah rumah makan di Malili, ibukota Kabupaten Luwu Timur telah menyajikan hidangan ini dengan harga sekitar Rp5.000,- untuk setiap porsinya, atau Rp10.000-an apabila ditambah ikan bakar.
- Jus Dengen
Jus Dengen
- Patikala
Buah Patikala, asam khas Luwu
Bentuknya mirip buah nanas atau seperti buah honje di Jawa Barat. Patikala menghasilkan rasa asam yang khas dan aroma yang berbeda dibanding jenis asam lainnya. Karena itu, patikala menjadi bumbu wajib dalam membuat kapurung dan parede.
Bersumber dari Danau Matano, masyarakat lokal Sorowako mampu mengolah beberapa biota endemis danau menjadi hidangan tradisional yang sarat protein:
- Winalu botini, yaitu pepes ikan botini
- Winalu ateno, adalah pepes hati ikan botini
- Botini nahu santa, yakni ikan botini masak santan
- Botini nahu olo, ialah ikan botini masak asam (menggunakan asam dari buah patikala)
- Bungka olo, yakni kepiting masak asam
- Dapa opudi, adalah ikan opudi yang diasapi
- Winalu meti, yaitu pepes tiram
- Gami kolame, adalah sambal rawit kolame (salah satu jenis udang Danau Matano)
Pada hari-hari besar tertentu atau acara adat, Anda dapat menjumpai makanan khas berikut ini:
- Pewo (nasi bambu): beras ketan putih atau hitam yang dimasukkan ke dalam bambu yang dilapisi daun pisang, diberi santan, dan kemudian dibakar.
Nasi Bambu
- Winalu: beras biasa yang dibungkus daun (daun khusus yang di daerah ini disebut lewe powalu), kemudian dimasukkan ke dalam bambu agak besar, diberi air, dan selanjutnya dibakar.
Proses pembuatan Winalu
- Binalo: lauk-pauk, terbuat dari batang pisang muda diiris tipis dicampur daging kerbau, sapi, dan daging lainnya atau jeroan, kelapa parut, berbagai bumbu, dan kemudian dimasukkan ke dalam bambu untuk selanjutnya dibakar bersama dengan pewo dan winalu.
Binalo
- Wokeno: tape manis dari beras ketan hitam atau merah.
- Pongasi: minuman beralkohol dari wokeno (tuak dari nira pohon aren atau kelapa).
Pongasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar