Jelajah
Danau Tiga Serangkai
Salah satu keunikan alam Kabupaten Luwu Timur dengan adanya tiga danau yang saling menyambung: Danau Matano (kedalaman 594 m), Mahalona (70 m), dan Towuti (300 m).
Sebenarnya masih ada dua danau lainnya, tetapi tidak sebesar ketiga danau di atas dan letaknya terpisah, yakni Tapareng Masapi dan Wawontoa. Oleh kalangan peneliti, kompleks danau ini dikenal dengan sebutan Malili Lakes System.
Kompleks Danau Malili (diolah dari Majalah National Geographic Indonesia edisi Desember 2008)
Menyusuri Danau Matano yang Indah
Khusus untuk kegiatan rekreasi, Danau Matano
yang letaknya di Sorowako inilah yang paling banyak pengunjung. Bahkan
ada yang mengatakan Anda belum dianggap telah mengunjungi Sorowako
tanpa menikmati keindahan Danau Matano. Ungkapan ini mungkin ada
benarnya juga sebab menyusuri danau yang dibentengi gugusan Pegunungan
Verbeek dari barat laut hingga tenggara ini, Anda akan mendapatkan
pengalaman yang tak terlupakan.
Danau berusia sekitar empat juta merupakan
danau terdalam di Asia Tenggara dan nomor delapan di dunia. Dengan
permukaan air setinggi 385 m di atas permukaan laut, berarti dasar danau
berada kurang lebih 200m di bawah permukaan laut. Ini bentukan alam
yang langka di dunia, yang hanya dilampaui oleh Danau Laut Mati di
Lembah Jordan dan Death Balley, AS.
Keunikan lainnya bahwa tidak terjadi
perbedaan suhu yang signifikan antara permukaan dan dasar danau, yaitu
hanya kurang dari dua derajat Celcius. Dengan segala keunikan itu,
sejumlah pakar ekologi merekomendasikan Danau Matano menjadi salah satu
world heritage dan biodiversity hotspot yang harus dijaga
kelestariannya.
Di bawah ini beberapa spot Danau Matano yang sering dikunjungi:
-
Pantai Ide dan Pantai SalonsaBerenang di Pantai Ide
Berenang di Pantai Ide
Ini adalah pantai Danau Matano yang paling
banyak dikunjungi. Meniti dermaga yang bercabang atau berenang di
kawasan Pantai Ide terasa menyenangkan. Sementara Pantai Salonsa, yang
berjarak sekitar satu kilometer dari Pantai Ide, menawarkan suasana yang
lebih tenang.
Selain berenang, beragam olahraga air bisa dilakukan di Danau Matano, mulai dari canoeing, wind surfing, sampai diving. Wind surfing terasa
lebih asyik dilakukan pada sore hari karena angin berembus lebih
kencang. Seluruh perlengkapannya bisa disewa di Yacht Club PT Inco yang
ada di kawasan Salonsa.
Canoeing
Anda juga bisa menyewa katinting (perahu kayu) atau speedboat untuk mengeliling danau dari barat hingga ujung timur danau. Anda akan menjumpai beberapa pulau yang tersebar di danau ini.
-
Gua Bawah Air
Berenang di depan mulut goa
Pada sebuah dinding batu besar di tepi Danau
Matano, terdapat sebuah gua yang hanya bisa dimasuki dengan berenang.
Ruang dalam gua bawah air ini dihiasi pemandangan stalaktit dengan
kelelawar bergantungan di langit-langit gua. Cahaya menerobos dari celah
kecil di atas gua, sementara
di depan mulut gua terdapat karang besar,
seolah menjadi benteng pelindung gua tersebut. Berenang di mulut gua
adalah pilihan yang perlu dicoba.
-
Mata Air Matano
Mata Air Matano
Di Desa Matano terdapat sebuah kolam yang
dipercaya sebagai mata air Danau Matano. Mata air kolam ini sangat
jernih dan oleh masyarakat sekitar dipercaya mampu menyembuhkan
berbagai penyakit.
Di tengah kolam terdapat sebuah batu
berbentuk bulan sabit. Ada kebiasaan yang dilakukan orang ketika berada
di mata air ini, yakni mengucapkan “bura… bura… bura…”. Kebiasaan ini
dipercaya bisa membuat gelembung air makin banyak sehingga volume air
pun bertambah.
-
Kali Dingin
Kali Dingin
Kali Dingin, begitu orang menyebutnya,
merupakan salah satu sungai yang alirannya bermuara ke Danau Matano.
Keunikan sungai kecil ini terletak pada suhu airnya yang sangat dingin.
Beberapa tumbuhan langka, seperti kantung semar dan pepohonan besar,
tumbuh di sepanjang tepian sungai.
Jika masih ada waktu, keindahan alam Wasuponda dan Malili layak Anda jelajahi juga.
-
Air Terjun Matabuntu
Air Terjun Matabuntu
Matabuntu merupakan air terjun alami
bertingkat. Meski jumlah tingkatan sebenarnya mencapai puluhan, ada
sekitar 6 undakan yang paling tinggi. Air terjun ini sangat indah saat
debit air sungai dalam kondisi melimpah. Terletak di Wasponda, sekitar
30 km dari Sorowako, air terjun ini tersembunyi di antara lebatnya
pepohonan yang menyelimuti kawasan ini.
-
Pantai Eksotik di Bibir Teluk Bone dan Pulau Berpasir Putih
Pulau Bulupoloe
Bila anda ingin menikmati suasana pantai dan
deburan ombak, sekitar 12 km di sebelah barat Malili, tepatnya di Dusun
Lampia, terdapat Pantai Batu Menggoro. Batu Menggoro berarti batu yang
mendengkur. Di pantai ini memang terdapat banyak batu karang berukuran
besar, yang apabila dihantam ombak akan mengeluarkan suara seperti orang
mendengkur.
Usai bersantai di pantai, luangkan waku
menyusuri jalan aspal ke arah perbatasan Provinsi Sulawesi Tengara. Dari
sebuah lokasi terbuka di atas bukit, Anda dapat menikmati pesona
bentangan alam lepas Teluk Bone yang memikat.
Wisata bahari Anda ke Luwu Timur belumlah
lengkap jika tidak mengunjungi Bulupoloe. Pulau yang berada di Teluk
Bone ini dapat ditempuh sekitar 45 menit dari Tanjung Mangkasa dengan
menggunakan perahu tradisional. Hamparan pasir putih dan gugusan
terumbu karang yang mempesona sangat menggoda bagi Anda yang senang
berenang, snorkling dan diving.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar