Minggu, 02 Juni 2013

jelajah

Jelajah


Danau Tiga Serangkai  
Salah satu keunikan alam Kabupaten Luwu Timur dengan adanya tiga danau yang saling menyambung: Danau Matano (kedalaman 594 m), Mahalona (70 m), dan Towuti (300 m).
Sebenarnya masih ada dua danau lainnya, tetapi tidak sebesar ketiga danau di atas dan letaknya terpisah, yakni Tapareng Masapi dan Wawontoa. Oleh kalangan peneliti, kompleks danau ini dikenal dengan sebutan Malili Lakes System.
Kompkeks Danau Malili (diolah dari Majalah National Geographic Indoenesia edisi Desember 2008)
Kompleks Danau Malili (diolah dari Majalah National Geographic Indonesia edisi Desember 2008)
Menyusuri Danau Matano yang Indah
Khusus untuk kegiatan rekreasi, Danau Matano yang letaknya di Sorowako inilah yang paling banyak pengunjung. Bahkan ada yang mengatakan Anda belum dianggap  telah mengunjungi Sorowako tanpa menikmati keindahan Danau Matano. Ungkapan ini mungkin ada benarnya juga sebab menyusuri danau yang dibentengi gugusan Pegunungan Verbeek dari barat laut hingga tenggara ini, Anda akan mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan. 
Danau berusia sekitar empat juta merupakan danau terdalam di Asia Tenggara dan nomor delapan di dunia. Dengan permukaan air setinggi 385 m di atas permukaan laut, berarti dasar danau berada kurang lebih 200m di bawah permukaan laut. Ini bentukan alam yang langka di dunia, yang hanya dilampaui oleh Danau Laut Mati di Lembah Jordan dan Death Balley, AS. 
Keunikan lainnya bahwa tidak terjadi perbedaan suhu yang signifikan antara permukaan dan dasar danau, yaitu hanya kurang dari dua derajat Celcius. Dengan segala keunikan itu, sejumlah pakar  ekologi merekomendasikan Danau Matano menjadi salah satu world heritage dan biodiversity hotspot yang harus dijaga kelestariannya. 
Di bawah ini beberapa spot Danau Matano yang sering dikunjungi:
  • Pantai Ide dan Pantai SalonsaBerenang di Pantai Ide
Berenang di Pantai Ide
Berenang di Pantai Ide
Ini adalah pantai Danau Matano yang paling banyak dikunjungi. Meniti dermaga yang bercabang atau berenang di kawasan Pantai Ide terasa menyenangkan. Sementara Pantai Salonsa, yang berjarak sekitar satu kilometer dari Pantai Ide, menawarkan suasana yang lebih tenang.
Selain berenang, beragam olahraga air bisa dilakukan di Danau Matano, mulai dari canoeing, wind surfing, sampai diving. Wind surfing terasa lebih asyik dilakukan pada sore hari karena angin berembus lebih kencang. Seluruh perlengkapannya bisa disewa di Yacht Club PT Inco yang ada di kawasan Salonsa.
Canoeing
Canoeing
Anda juga bisa menyewa katinting (perahu kayu) atau speedboat untuk mengeliling danau dari barat hingga ujung timur danau. Anda akan menjumpai beberapa pulau yang tersebar di danau ini.
  • Gua Bawah Air 
Berenang di depan mulut goa
Berenang di depan mulut goa
Pada sebuah dinding batu besar di tepi Danau Matano, terdapat sebuah gua yang hanya bisa dimasuki dengan berenang. Ruang dalam gua bawah air ini dihiasi pemandangan stalaktit dengan kelelawar bergantungan di langit-langit gua. Cahaya menerobos dari celah kecil di atas gua, sementara
di depan mulut gua terdapat karang besar, seolah menjadi benteng pelindung gua tersebut. Berenang di mulut gua adalah pilihan yang perlu dicoba. 
  •  Mata Air Matano 
Mata Air Matano
Mata Air Matano
Di Desa Matano terdapat sebuah kolam yang dipercaya sebagai mata air Danau Matano. Mata air kolam ini sangat jernih dan  oleh masyarakat sekitar dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit.
Di tengah kolam terdapat sebuah batu berbentuk bulan sabit. Ada kebiasaan yang dilakukan orang ketika berada di mata air ini, yakni mengucapkan “bura… bura… bura…”. Kebiasaan ini dipercaya bisa membuat gelembung air makin banyak sehingga volume air pun bertambah.
  •  Kali Dingin
Kali Dingin
Kali Dingin
Kali Dingin, begitu orang menyebutnya, merupakan salah satu sungai yang alirannya bermuara ke Danau Matano. Keunikan sungai kecil ini terletak pada  suhu airnya yang sangat dingin. Beberapa tumbuhan langka, seperti kantung semar dan pepohonan besar, tumbuh di sepanjang tepian sungai.

Jika masih ada waktu, keindahan alam Wasuponda dan Malili layak Anda jelajahi juga.
  •  Air Terjun Matabuntu
Air Terjun Matabuntu
Air Terjun Matabuntu

Matabuntu merupakan  air terjun alami bertingkat. Meski jumlah tingkatan sebenarnya mencapai puluhan, ada sekitar 6 undakan yang paling tinggi. Air terjun ini sangat indah saat debit air sungai dalam kondisi melimpah. Terletak di Wasponda, sekitar 30 km dari Sorowako, air terjun ini tersembunyi di antara lebatnya pepohonan yang menyelimuti kawasan ini.

  •  Pantai Eksotik di Bibir Teluk Bone dan Pulau Berpasir Putih
Pulau Bulupoloe
Pulau Bulupoloe
Bila anda ingin menikmati suasana pantai dan deburan ombak, sekitar 12 km di sebelah barat Malili, tepatnya di Dusun Lampia,  terdapat Pantai Batu Menggoro. Batu Menggoro berarti batu yang mendengkur. Di pantai ini memang terdapat banyak batu karang berukuran besar, yang apabila dihantam ombak akan mengeluarkan suara seperti orang mendengkur. 
Usai bersantai di pantai, luangkan waku menyusuri jalan aspal ke arah perbatasan Provinsi Sulawesi Tengara. Dari sebuah lokasi terbuka di atas bukit, Anda dapat menikmati pesona bentangan alam lepas Teluk Bone yang memikat.
Wisata bahari Anda ke Luwu Timur belumlah lengkap jika tidak mengunjungi Bulupoloe.  Pulau yang berada di Teluk Bone ini dapat ditempuh sekitar 45 menit dari Tanjung Mangkasa dengan menggunakan perahu tradisional.  Hamparan pasir putih dan gugusan terumbu karang yang mempesona sangat menggoda bagi Anda yang senang berenang, snorkling dan diving.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar